Tanggal 4 Juni 2025 menjadi awal dari sebuah perjalanan kecil yang Allah besarkan maknanya.
Hari itu, saya memanggil seorang anak bernama Fadli. Ia dikenal sebagai anak yang sangat rajin ke masjid, bahkan hampir tak pernah absen menunaikan shalat Subuh berjamaah. Dari ketekunan itulah lahir sebuah niat sederhana: mengajaknya belajar membenarkan bacaan shalat dan Al-Qur’an. Kami belajar di sudut Masjid Baitut Taqwa, Kecamatan Lapang, dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Hingga suatu siang, saat kami sedang belajar, datang seorang bapak-bapak yang hendak menunaikan shalat Zuhur. Seusai shalat, beliau memperhatikan kami dengan seksama, lalu menghampiri dan menyapa ...




