Tanggal 4 Juni 2025 menjadi awal dari sebuah perjalanan kecil yang Allah besarkan maknanya.

Hari itu, saya memanggil seorang anak bernama Fadli. Ia dikenal sebagai anak yang sangat rajin ke masjid, bahkan hampir tak pernah absen menunaikan shalat Subuh berjamaah. Dari ketekunan itulah lahir sebuah niat sederhana: mengajaknya belajar membenarkan bacaan shalat dan Al-Qur’an.

Kami belajar di sudut Masjid Baitut Taqwa, Kecamatan Lapang, dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Hingga suatu siang, saat kami sedang belajar, datang seorang bapak-bapak yang hendak menunaikan shalat Zuhur. Seusai shalat, beliau memperhatikan kami dengan seksama, lalu menghampiri dan menyapa dengan penuh kehangatan.

Beliau menyampaikan dukungan yang luar biasa terhadap visi dan misi yang saya sampaikan saat itu. Dengan rendah hati, beliau memperkenalkan diri sebagai Bapak Muzakir, Camat baru Kecamatan Lapang. Sebuah pertemuan singkat, namun sarat makna dan semangat dukungan.

Hari-hari berlalu. Proses belajar bersama Fadli terus berjalan. Hingga suatu hari, kegiatan kecil kami disaksikan oleh seorang tokoh agama yang sangat dihormati, Abunek Ali. Beliau menatap kami, lalu menangis haru. Ternyata, apa yang sedang kami lakukan adalah cita-cita beliau yang sempat tertunda sejak lama.

Tanpa ragu, Abunek Ali bergabung bersama kami. Kami mengajar bersama, saling menguatkan. Dengan penuh keikhlasan, beliau mengajak anak-anak yang tidak memiliki kegiatan di siang hari, juga anak-anak yang belum sempat mengaji di tempat lain, untuk belajar bersama kami.

Kami tidak meminta biaya apa pun.
Kami hanya meminta kesungguhan untuk belajar dan kedisiplinan.

Atas izin Allah dan berkat perjuangan Abunek Ali serta semua pihak yang terlibat, jumlah anak-anak yang belajar bersama kami kini telah mencapai sekitar 50 orang. Sebuah amanah besar yang kami terima dengan rasa syukur dan tanggung jawab.

Lebih dari itu, Waled, dengan penuh kebaikan hati, telah memberikan sebuah ruangan yang kini kami jadikan sebagai kantor TPA Baitut Taqwa Lapang. Sebuah langkah besar untuk keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan kami.

Kami hanya berharap, semoga anak-anak yang Allah titipkan ini dapat kami didik dan bimbing dengan sebaik-baiknya, agar mereka mengenal Agama Allah, mencintai Al-Qur’an, dan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat

Bagikan:

Tags

Related Post